PERDANA, P2STRATEGIK UNSERA 2022 DIGELAR SECARA OFFLINE

Serang, LPMWisma.com – Universitas Serang Raya (Unsera) menggelar kegiatan Program Pengenalan Studi Tata Tertib dan Pengenalan Kampus (P2STRATEGIK) untuk mahasiswa baru di gedung Rachmatoellah Convention Center Unsera pada Selasa, 20 September 2022.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari sejak 20 sampai 22 September 2022 ini dibuka secara langsung oleh Hamdan selaku Rektor Unsera. Ia berharap agar mahasiswa bisa mengambil hikmah dalam perjalanan kehidupan terutama dalam dunia pendidikan yang akan ditempuh di Universitas Serang Raya ini.

“Mempunyai semangat yang besar, Universitas ini hadir dan kita rasakan keberadaannya, syariat dari pejuang yang kita ketahui, hingga terbentuk dalam sebuah buku yang berjudul ‘Berhikmat Untuk Negeri’, maka pada saat kegiatan P2STRATEGIK ini, saya selaku pimpinan Universitas Serang Raya ingin mahasiswa memiliki semangat juang yang besar juga untuk membawa manfaat untuk negeri” ujar Rektor Unsera dalam sambutan pembukaan acara, Selasa (20/9).

Kegiatan ini digelar perdana dengan tatap muka langsung setelah 2 tahun diadakan secara virtual dan hybird akibat pandemi covid-19.

P2STRATEGIK 2022 diikuti oleh sebanyak 1147 peserta mahasiswa baru dari berbagai macam fakultas diantaranya, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik dan Hukum (FISIPKUM), Fakultas Ekonomi Bisnis-KIP (FEB-KIP), Fakultas Teknologi Informasi (FTI), Fakultas Teknik (FT), dan Program Pendidikan Vokasi.

Dengan mengangkat tema “Escapism for Dignity and Humanity Be Innovative, Be Creative”
Dijelaskan oleh Mulya R. Rachmatoellah, selaku ketua Yayasan Pendidikan Informatika (YPI), dalam wawancara langsung, pada selasa, (20/9/2022). “Escapism artinya disatu sisi anda keluar dari zona untuk refresh sesaat, dengan hiburan atau apapaun itu tapi harus berproses, karena saat ini terkenal dengan kaum rebahan dan yang gerak hanya jempol tangan untuk memesan sesuatu melalui digital. Ini memang tidak bisa dibendung tapi diarahkan ke hal yang positif dan makanya be innovative, be creative.” ujarnya.

“Saya kira ini hal yang positif sekali, terutama ada himbauan dari pemerintah untuk menghilangkan perundungan yang sangat tidak mendidik, kalau ospek seperti itu sudah bukan zaman nya lagi, kadang punya asumsi nanti nya manja, padahal manja dan tidak manja bukan di hitung dari itu, tinggal bagaimana dia di hadapkan oleh eksperimen” pungkasnya. (April/LPMWisma)

Reporter : April

Editor : Abror

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *