Hebat! Mahasiswa Unsera Sabet Medali Perunggu di ISIF 2020

Serang, LPMWisma.com – Museum identik dengan bangunan yang menyimpan benda-benda cagar budaya sebagai bentuk bukti materiil perkembangan manusia dari zaman ke zaman. Semakin melesatnya perkembangan kemajuan teknologi maka semakin banyak pula ide-ide inovatif dan kreatif dari generasi muda.

Melihat adanya peluang untuk memanfaatkan teknologi, sebuah terobosan teranyar yang diinisiasi oleh mahasiswa Universitas Serang Raya (Unsera) menggabungkan museum dengan teknologi sehingga menghasilkan karya bernama Musling Tekno (Museum Keliling Berbasis Teknologi). Inovasi ini membuat Kurnia AlFandi, Irmawati, Irfan Hakim Sidik dan Rizki Maulana membawa pulang medali perunggu dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2020 yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) dan Indonesia International Institute for Life Science (i3L).

Ajang bergengsi bagi para peneliti muda ini diselenggaralan secara online pada tanggal 6-9 November 2020 dan pengumuman nya dilaksanakan pada hari Minggu, 15 November 2020 melalui kanal youtube dan Zoom Meeting.

ISIF adalah perpaduan antara kompetisi dan pameran di bidang sains dan invensi tingkat internasional. Dan diikuti oleh pelajar SD sampai mahasiswa. Selain itu, ISIF juga merupakan sebuah event yang dirancang untuk para peneliti muda baik dari dalam dan luar negeri dalam memamerkan hasil riset dan produk invensi. Untuk tahun 2020, ISIF diikuti oleh 400 tim dari 30 negara dengan kategori Life Science, Environmental, Technology, Physics, Energy, Engineering. Akibat wabah pandemi covid-19, maka ajang ini harus digelar secara daring.

Keempat mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi yang tergabung dalam Tim Cendekia Serang Raya ini membagi dua peran dalam pelaksanaanya. Kurnia Alfandi dan Irmawati sebagai kepenulisan lalu Irfan Hakim Sidik dan Rizki Maulana bertugas sebagai visualisasi. Ide yang sudah dirintis sejak 2018 ini pun sebelumnya pernah mendapatkan juara 2 dalam ajang perkombaan tingkat nasional di Universitas Brawijaya sehingga tidak butuh waktu lama dalam mempersiapkan perlombaan ini. “untuk persiapan tim sendiri sekitar 2-3 bulan” ujar Irmawati melalui pesan singkatnya kepada wartawan LPM Wisma.

Musling Tekno adalah gagasan berupa kendaraan truk kelilingyang dilengkapi fitur teknologi yang memudahkan pengunjung, supaya semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati museum dan mengenal sejarah dan budaya dari berbagai daerah khususnya sejarah di Provinsi Banten baik dari masyarakat yang tinggal di perkotaan sampai di pelosok desa sekalipun. Bahkan Musling tekno ini juga di desain agar ramah bagi penyandang disabilitas dan tentunya dengan tidak meninggalkan esensi dari museum itu sendiri yang mengandung nilai-nilai historis yang mengedukasi masyarakat.

Kurnia Alfandi selaku ketua tim pun menilai bahwa saat ini museum kurang begitu banyak dikunjungi apalagi masyarakat yang jauh dari perkotaan, oleh karena itu Musling Tekno diharap mampu membantu masyarakat untuk mengenal sejarah. “saat ini masih berupa gagasan inovasi, tapi kami berharap ide ini bisa dilirik dan dikembangkan oleh berbagai pihak khususnya pemerintah” ujar nya.

Lebih lanjut Irmawati mengungkapkan perasaan bahagianya atas keberhasilan nya dan teman-teman meraih medali perunggu. Hal ini juga sebagai bukti bahwa walaupun dari kampus swasta, mahasiswa Unsera mampu bersaing dalam kancah internasional. Mahasiswi yang kerap disapa Irma ini pun membagikan prinsip hidupnya kepada sesama mahasiswa lain untuk selalu menjadikan setiap kesempatan sebagai peluang dan tidak pernah berhenti dalam kondisi apapun. “bagaimanapun kondisi dan keadaannya, selagi mampu, coba dan terus mencoba sampai pada titik yang kita sebut berhasil”. (Mila/LPMWisma)

Reporter: Mila
Editor: Mila

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *