Ricuh UKM Baru, BEM Minta Mahasiswa Lebih Dewasa

Serang, LPMWisma.com – Pasca terjadi ricuh antar mahasiswa Universitas Serang Raya (Unsera) pada Senin (2/11) di Auditorium Lt 6 Unsera, Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) tetap meresmikan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Sukarela Relawan Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unsera.

Menanggapi ricuh yang terjadi, Arifiya selaku Komandan KSR PMI Unsera mengaku telah menduga akan adanya kericuhan dalam acara tersebut. Lantaran pada saat penandatanganan persetujuan pendirian UKM KSR oleh seluruh UKM di Unsera, Lentera sudah menunjukkan ketidak setujuannya. Sehingga ketika saat peresmian, Lentera berusaha keras menggagalkan disahkannya UKM KSR. “sebelumnya pun pihak KSR sudah mengadakan silaturahmi ke Lentera, tapi dari Lentera sendiri tertutup dan dari awal mereka menyatakan sikap untuk tidak menandatangani persetujuan” ujar Arifiya.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan bahwa Lentera baru akan setuju dengan syarat KSR PMI Unsera harus menginduk dan berada dibawah naungan Lentera, hal itu jelas tidak mungkin dipenuhi oleh KSR PMI.

“kita sudah punya banyak suara yang setuju dengan dibentuknya KSR, masa’ hanya karena 1 suara mengalahkan suara lain, secara demokrasi kan suara yang lebih banyak yang diambil” ucap mahasiswi fakultas ekonomi dan bisnis itu.

Di sisi lain, Ketua Umum Lentera, yang akrab disapa Songyel menjelaskan bahwa Lentera menyayangkan adanya pengesahan UKM KSR, padahal dalam aturan undang undang KBM-U semua UKM harus menyetujui dengan bukti tandatangan dan stempel masing-masing UKM. “Sudah jelas tertulis di undang-undang, tapi kok saya sebagai ketua umum belum tanda tangan persetujuan malah sudah disahkan, itu yang jadi problem” jelasnya.

Untuk menengahi gejolak perdebatan kedua pihak tersebut, Syahrul Ketua MPM menegaskan semua mahasiswa Unsera punya hak yang sama untuk mengekspresikan minat, bakat dan kreatifitas masing-masing. “dinamika berorganisasi itu hal yang biasa terjadi, dan apabila sesuai dengan undang-undang ya kita jalankan, kita juga selalu berkoordinasi dengan BEM U, DPM dan ormawa terkait prosedur pembentukan UKM” ucap Syahrul.

Hal yang sama pun dikatakan oleh Ketua BEM Unsera, Diky Benarivo. “dengan adanya KSR PMI Unsera itukan artinya minat dan bakat mahasiswa bisa tersalurkan, dan seharusnya sesama organisasi saling mendukung dan bekerja sama untuk membawa nama baik Unsera”. Ia menyayangkan sikap yang tidak sesuai dengan norma dan etika dari mahasiswa yang seharusnya bisa lebih dewasa dan bijaksana. “dan apabila hal seperti ini terulang lagi, maka mau tidak mau kami akan tempuh jalur hukum, jika memang ada hal-hal yang tidak sesuai lebih baik kita evaluasi sama-sama supaya semuanya bisa bersinergi satu sama lain” tegasnya.

Setelah penandatanganan SK dan secara simbolis dilakukan peresmian KSR PMI UPT Unsera, maka secara sah Unsera memiliki UKM baru yang bergerak dalam kemanusian. (MT/LPMWisma)

Reporter : MT
Editor : Mila

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *