Ricuh, Geger Banten Tolak UU Ciptaker

Serang, LPMWisma.com – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Geger Banten melakukan aksi demonstrasi menolak disahkannya UU Cipta Kerja di jalan depan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten. Aksi ini dimulai pada Selasa (6/10) pukul 15.00 WIB.

Mahasiswa yang berasal dari berbagai instansi dan organisasi seperti Untirta, Unbaja, UIN SMH, Unsera, PMII, GMNI, Himata dan lain lain itu menuntut DPR untuk mencabut UU Omnibus Law Cipta Kerja yang disepakati DPR pada hari Senin (5/10). “Cabut UU Cipta Kerja, Sahkan RUU PKS dan segera terbitkan Perppu Omnibus Law” ujar Humas Aksi, Arman Maulana.

Aksi ini pada mulanya berlangsung damai dan tertib, meskipun tidak adanya social distancing lagi, sampai kericuhan pun akhirnya tak dapat dihindari, puncaknya adalah ketika aparat kepolisian berusaha membubarkan massa. Bentrok yang melibatkan keduanya pun dihiasi aksi saling dorong, lempar batu sampai pihak polisi mengerahkan meriam water (water cannon) ke arah massa yang mulai masuk ke dalam kampus UIN SMH yang mengakibatkan rusaknya beberapa fasilitas kampus.

Beberapa massa aksi pun ditangkap oleh aparat kepolisian, diketahui salah satunya adalah mahasiswa Universitas Serang Raya yakni M. Rivaldo. Aksi ini juga mengakibatkan mahasiswa mengalami luka-luka termasuk Presiden Mahasiwa UIN SMH Banten yang sampai berita ini dirilis pun belum diketahui bagaimana kondisinya. (MT/LPMWisma)

Reporter : MT
Editor : Red