Aliansi Mahasiswa Serang Tuntut Pembebasan UKT ke Kemendikbud

Serang,LPMWisma – Jawara (Jaringan Aksi Mahasiswa Serang Raya) melakukan aksi tuntut pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk Kemendikbud dengan melayangkan surat terbuka di pendopo Alun-Alun Barat Kota Serang pada hari Selasa(28/7).

Aliansi yang tergabung dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh kampus di Serang seperti Universitas Primagraha, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Serang, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), Universitas Bina Bangsa ( UNIBA) , Universitas Serang Raya (UNSERA), Univesitas Falatehan dan lainnya, serta diikuti juga oleh beberapa organisasi mahasiswa seperti FMN Untirta, UMC, Sempro UIN, Kumala Serang, SDMN Untirta, Seruni Untirta, Kumaung Serang dan PMII Untirta.

Dalam konferensi pers nya kemarin, Koordinator Jawara yakni Rizal Hakiki mengatakan dengan adanya surat terbuka ke kemendikbud diharapkan tuntutan yang di berikan dapat di kabulkan, “kami mengharapkan adanya itikad baik dari kemendikbud selaku pemegang otoritas penuh terkait pendidikan di Indonesia untuk melakukan pembebasan UKT di semester berikutnya khususnya di Kota Serang” ujar nya.

Hasil riset & penelitian yang dilakukan Jawara juga mengemukakan kondisi ekonomi yang dialami oleh mahasiswa dan orang tua di Kota Serang yang terpengaruh lantaram pandemi global dan krisis yang melanda hampir di seluruh dunia.” Penelitian ini kami lakukan selama dua minggu sejak aliansi ini terbentuk dan menghimpun data-data dari setiap kampus, data kuisioner yang di sebarkan menunjukan kemampuan ekonomi dari setiap mahasiswa dan orang tua nya merosot secara signifikan, ini yang menjadi dasar kami melakukan penuntutan pembebasan UKT kepada kemendikbud” kata Rizal.

Aksi yang dilakukan ini adalah sebagai tindakan responsif dari mahasiswa karena belum adanya kebijakan yang kongkrit untuk menyelesaikan permasalahan ini. Adapun tuntutan yang dibawa dalam aksi ini adalah potongan UKT sebesar 50% tanpa syarat, pemberian subsidi kuota yang layak bagi mahasiswa, serta adany evaluasi pembelajaran jarak jauh. (Rifki/LPMWISMA)

Reporter : Rifki
Editor : Mila