Adakan Talkshow RKUHP, Mahasiswa Diminta Baca Juga Buku Kesatu

Serang, LPMWISMA.com – BEM Unsera bekerjasama dengan LPM Wisma dan UKM Kamus menggelar acara Talkshow terkait Rancangan Kitab Undang-undang Hukup Pidana (RKUHP) yang diselenggarakan di Auditorium Universitas Serang Raya (9/10). Mengusung tema “Tuntaskan Narasi Parsial Dibalik Regulasi Krusial” acara tersebut menghadirkan aktivis mahasiswa, pengamat politik, dan akademisi hukum pidana.

Menteri Kajian Sosial Politik BEM Unsera mengatakan bahwa hal ini sekaligus sebagai tindak lanjut dari aksi-aksi mahasiswa dalam menyuarakan aspirasinya dengan turun ke jalan. “Sayangnya tidak semua mahasiswa mengerti apa yang menjadi titik permasalahan sehingga banyak menimbulkan aksi anarkis yang dilakukan oleh penumpang gelap.” imbuh Ade Hari Sucipto selaku Menkaspol BEM Unsera.

Dengan berbagai kontroversi yang terjadi, pengamat politik KH. Martin Syarkowi mengatakan “Sebenarnya demo yg terjadi ada yg ditunggangi oknum dan ada yg tidak, namun jika adanya substansi yg disuarakan untuk menggagalkan pelantikan Jokowi ataupun turunkan rezim Jokowi artinya itu bukan aksi menyuarakan rakyat. Karena masalah utamanya disini adalah RKUHP dan aturan undang-undang lainnya.” jelasnya.

Lain halnya dengan Hasuri selaku akademisi hukum pidana yang melihatnya dari substansi RKUHP, “RKUHP ini lebih humanis ketimbang KUHP warisan belanda. Jadi tidak semerta-merta semuanya mudah untuk dipidana. Banyaknya dari kita yang hanya melihat sanksi terberat tapi tidak melihat ketentuan pemidanaannya. Maka saya sarankan untuk membaca juga buku kesatu RKUHP yang menjelaskan tentang ketentuan umum pemidanaan.” paparnya di sesi akhir akhir talkshow. (LPM Wisma/Mila)

Editor: Dwi

Please follow and like us:
error