Dinilai Perbudakan Modern, Buruh di Banten Gelar Aksi Penolakan RUU Ketenagakerjaan

SERANG, LPMWISMA.com – Ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) menggelar aksi di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Rabu siang (2/10). Dalam aksi tersebut mereka menyampaikan penolakan RUU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaaan yang dinilai bukan untuk memperbaiki nasib buruh, tetapi justru menjatuhkan mereka. Selain itu mereka juga menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan, khususnya BPJS kelas 3 yang banyak digunakan buruh serta menuntut janji Presiden Jokowi yang akan merivisi PP Nomor 78 Tahun 2018 tentang Pengupahan.

Perwakilan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Serang, Gunawan mengatakan RUU Ketenagakerjaan yang saat ini tengah digodok oleh DPR dan pemerintah pusat merupakan bentuk perbudakan modern. Pasalnya sejumlah poin RUU tersebut tidak menunjukkan keberpihakan kepada kaum pekerja, melainkan berpihak kepada kepentingan pengusaha.

“Wacana Revisi UU Nomor 13 Tahun 2003 yang digulirkan pemerintah hanya mengakomodir kepentingan Pengusaha, sehingga materi revisi banyak menyimpang dari UUD 1945 yang hanya akan melahirkan perbudakan modern, kesenjangan sosial, mengancam demokrasi, mengurangi dan bahkan menghilangkan hak serta kesejahteraan buruh,” jelas Gunawan

Mereka berharap tuntutan yang mereka suarakan hari ini dapat didengar oleh pemerintah agar semua kaum buruh mendapatkan keadilan dan kehidupan yang lebih baik nantinya. “Kita sudah melakukan tiga tuntutan. Semoga dengan aksi kita kali ini tiga tuntutan yang kita minta diwujudkan. Sekali lagi terima kasih teman-teman,” kata salah seorang orator menutup aksi. (LPM Wisma/Rizky)

Editor: Dwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *