Keluarga Besar Mahasiswa Unsera Serentak Turun Kejalan Mengawal Aksi Bela Reformasi

SERANG, LPMWISMA.com- Gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa dan aktivis pro-demokrasi kembali terjadi di sejumlah daerah. Mereka menuntut pemerintah dan DPR membatalkan sejumlah rancangan undang-undang yang dianggap memberangus kebebasan sipil dan melemahkan agenda pemberantasan korupsi, sesuai amanat reformasi. Kali ini Keluarga Besar Mahasiswa Unsera (KBM-U) turut serta dalam aksi unjuk rasa yang dipusatkan di depan gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (24/09/19)

Sebelum keberangkatan ke Jakarta, KBM-U terlebih dahulu mangadakan konsolidasi sekaligus intruksi teknis lapangan (teklap) akbar terkait aksi pada Senin malam di lapangan parkir Unsera. Pada aksi kali ini KBM-U membawa massa aksi sebanyak 208 orang yang nantinya akan bergabung dengan kawan mahasiswa lain dalam aliansi BEM Nusantara.

Dalam tuntutannya, KBM-U menolak pengesahan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK) yang dinilai akan melemahkan KPK.
KBM-U juga meminta DPR menunda pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) karena sejumlah pasal dinilai berisiko memberangus kebebasan berekspresi dan menyatakan pendapat.

“Kita sebagai mahasiswa menolak adanya RKUHP yang baru dan juga revisi UU KPK yang mana melemahkan kinerja KPK serta tidak pro dengan rakyat,” ucap Diky Benarivo selaku Ketua BEM Unsera

Rombongan KBM-U baru berangkat pada pukul 08.00 WIB yang sebelumnya dijadwalkan berangkat pukul 07.00 WIB. Hal ini dikarenakan sempat di panggilnya ketua BEM Unsera oleh pihak kepolisian untuk diminta keterangan terkait aksi yang akan dilaksanakan.

“Ya tadi sempat ditahan oleh pihak kepolisian, bahwa ada dari kampus lain yang memang belum ada perizinan dan pemberitahuan ke pihak kepolisian. Kalau Unsera sendiri kita sudah ada pemberintahuan kepada POLRES kota,” kata Diky. (LPM WISMA/ Renaldi & RN)

Please follow and like us:
error