Ardhi Wahyudhi, Programmer Muda Unsera Berprestasi

Halo sahabat tinta! Kisah inspiratif kali ini datang dari salah satu pemenang lomba web development tingkat nasional yaitu Ardhi Wahyudhi bersama kedua temannya Rudi Himatullah dan Imam Agustian Nugraha mengikuti rangkaian perlombaan yang diselenggarakan pada 22-24 Mei 2018 lalu di Universitas Dharma Persada dengan membuat website E-Learning untuk kegiatan belajar dan mengajar yang diberi nama Edutekno.

Berawal dari tugas kuliah membuat E-Learning yang diberikan dosen pada semester lima yang kebetulan Ardhi dan Imam tergabung dalam satu kelompok selang setelah itu pada semester enam Ardhi mengajak Imam untuk mengikuti lomba e-learning karena dirasa selama menjadi mahasiswa hanya kuliah pulang kuliah pulang (Kupu-kupu) ia ingin membuat sesuatu yang bisa dibanggakan saat lulus nanti, bersama satu adik tingkatnya Rudi Himatullah, mereka mengikuti lomba web development dengan mengembangkan E-Learning yang lebih baik dari yang sudah dibuat sebelumnya, mengandalkan modal iseng mengikuti lomba namun kualitas produk yang telah dibuat hasilnya bisa terlihat saat ini. Tidak lupa juga Ardhi berpesan agar ketika mengikuti lomba apapun kita sebaiknya memerhatikan aturan yang terkadang lupa karena terlalu fokus pada apa yang akan dibuat.

Konsep website yang menitik beratkan akan adanya dua user yaitu pengajar dan pelajar ini diharapkan bisa digunakan oleh siapa pun karena dibuat dengan target pengguna nya secara umum yakni  yang menggunakan tidak hanya guru dengan siswa nya, tidak hanya dosen dengan mahasiswa nya, siapa pun yang ingin jadi pengajar atau pun yang ingin jadi pelajar bisa memakai website nya, jadi misalnya ada seorang pelajar yang telat belajar pengajar itu bisa meng-uplode file pembelajaran nya ke website nya.

Alasan Ardhi membuat E-Learning demikian karena merasa website yang ada saat ini hanya mematok universitas yang hanya sebatas dosen dengan mahasiswa, sedangkan era digitalisasi kian melesat di zaman serba modern yang ada saat ini tidak melulu belajar harus bertatap muka siapa pun bisa belajar dan kapan saja dengan menggunakan website yang dibuat Ardhi dan kawan-kawan selain itu motivasi nya juga didasari agar siswa dengan guru sekolah nya atau siswa dengan guru les nya bisa menggunakan website Edutekno ini.

Edutekno ini dapat bekerja dengan cara guru, dosen ataupun pengajar dapat meng-upload file nya ke dalam website Edutekno lalu mahasiswa, siswa ataupun pelajar dapat mendownload file tersebut yang akan mereka kerjakan lalu hasilnya dapat di submit ulang atau di kirimkan ke dalam satu topik file yang recana nya akan dibuat beberapa macam topik file mata pelajaran atau mata kuliah.

Sempat mendapatkan apreasiasi dari kampus dengan memberikan uang saku untuk tim senilai Rp. 3.000.000,- atas hasil kerja kerasnya mengikuti lomba berikut titipan pesan rektor agar Edutekno dapat diterapkan di web Unsera dan dapat mematenkan website nya Ardhi dan kawan-kawan mengaku pihaknya sekarang belum menindak lanjuti dikarenakan masih dalam tahap pengembangan dan berkeinginan kalau mau dipatenkan takut belum sampai ke target yang sempurna.

Mengingat sudah semester tujuh Ardhi menjelaskan bahwa ia dan teman satu tim nya Imam Agustian Nugraha sedang fokus dengan skripsi, selain itu Ardhi, Imam dan Rudi mengaku saat ini belum mengembangkan website nya karena sedang sibuk dengan akredetasi fakultas yang tergabung dalam tim peningkatan akreditasi Fakultas Teknik Informatika (FTI) yang menjadi salah satu komponen nya adalah mahasiswa dan mereka termasuk ke dalam beberapa mahasiswa terpilih tim peningkatan akreditasi serta mengungkapkan bahwa dengan mengikuti lomba itu juga kemudian bisa meningkatkan akreditasi fakultas.

Selain meraih juara satu lomba web development di Universitas Dharma Persada pada Mei lalu, Ardhi mengaku dirinya juga meraih juara satu lomba Internet of  Think (IoT) yang diselenggarakan XL dalam acara XL Business Solution Hackanation pada 15-16 September 2018 dengan anggota tim yang berbeda Ardhi dan kawan-kawan membuat suatu alat yang bisa dikontrol lewat internet, alat yang dibuat pun berupa alat monitoring pendeteksi tingkat ancaman kepekatan debu atau polusi udara yang ada di Cilegon.

Ardhi CS saat meraih juara satu lomba Internet of  Think (IoT) yang diselenggarakan oleh XL dalam acara XL Business Solution Hackanation. (16/09) – (Foto: doc. pribadi)

Memenangkan lomba tingkat nasional dua kali berturut-turut Ardhi mengaku latar belakang pendidikan nya bukan SMK melainkan hanya lulusan SMA dengan fokus jurusan IPA yang sebelumnya tidak terlalu tahu menahu pada ilmu teknologi pemrograman apapun hanya sebatas tahu memainkan komputer yang biasa dilakukan siswa dan pengetahuan nya dengan dunia programing dimulai saat berkuliah di Unsera dengan mengambil jurusan FTI dan fokus konsentrasi Pemrograman.

Meski begitu Ardhi berpesan agar mahasiswa yang baru menjalani belajar konsen ilmu pengetahuan apapun itu walaupun berbeda pada saat SMA dulu agar tetap semangat, jangan menyerah dan tidak malas saat kuliah karena jika kita berhenti belajar sedetik orang-orang di luar sana tetap melanjutkan belajarnya jangan sampai kita terbawa arus oleh kemalasan kita, percaya pada harapan kita sendiri mau harapan sekecil apapun mau tujuan sekecil apapun tetap percaya karena suatu saat harapan dan tujuan itu akan jadi besar, dan jangan pernah menyerah sama jurusan karena kalian nanti bertanggung jawab atas sarjana nya kalian mau kalian salah jurusan tetap harus fokus sama jurusan itu. (LPM Wisma/Komalawati & Tuti)

Editor: Rizky Septyawidi

Please follow and like us:
error