Peringati HARDIKNAS, KBM Unsera Gelar Aksi

SERANG, LPMWISMA.com – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Serang Raya (UNSERA) menggelar aksi di depan gedung utama UNSERA pada pukul 09.00 sampai selesai pada Kamis (03/05). Aksi yang sekaligus di barengi dengan audiensi bersama pihak lembaga ini dilakukan dalam upaya menyampaikan tuntutan-tuntutan yang dianggap sebagai perwakilan aspirasi-aspirasi dari seluruh mahasiswa UNSERA.

Dalam audiensi yang dilaksanakan di ruang rektorat lantai 2 gedung utama UNSERA, Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) Wawan Saputra yang didampingi oleh Ketua MPM U Rizky Badrus beserta jajarannya, menyampaikan beberapa tuntutan-tuntutan yang di dalamnya berisi tentang tuntutan terkait kinerja dosen, baik dosen tetap maupun dosen terbang, ketimpangan sistem SKS dan paket, pemberlakuan semester pendek, keterlambatan validasi dianggap cuti dan beberapa tuntutan lainnya kepada pihak lembaga yang dihadiri langsung oleh rektor UNSERA, wakil rektor, kabiro kemahasiswaan beserta jajarannya.

Suasana Audiensi KBM U dengan Lembaga – 3/5/2018 (Foto: LPMWisma/Elsi)

Dalam audiensi tersebut pihak lembaga memberikan jawaban dan klarifikasi terhadap tuntutan-tuntutan yang disampaikan, salah satunya seperti tuntutan terkait kinerja dosen, Dr. H. Hamdan, M.M, selaku rektor UNSERA menyampaikan dalam audiensi, “Untuk menanggapi terkait kinerja dosen yang dianggap buruk baik itu dosen tetap ataupun dosen terbang, pada semester ini pihak akademik sudah memberlakukan sistem validasi, dimana pembayaran UAS tidak dapat di validasi oleh bagian keuangan sebelum mahasiswa mengisi kuesioner penilaian kerja pengajaran dosen, sehingga kartu ujian tidak dapat dicetak,” pungkasnya.

Namun dalam audiensi tersebut pihak lembaga menyayangkan sikap KBM U yang dianggap tidak hierarki dalam menjalankan tugasnya, seperti yang disampaikan oleh Dr. H. Suryaman, M.M selaku wakil rektor dalam audiensi menyatakan, “Harusnya KBM U bisa berjalan secara hierarki, jika tuntutannya terkait dosen seharusnya bicarakan dulu dengan kaprodinya kemudian dekannya, jangan langsung kebagian rektorat, jangan sampai OB tidak kerjapun rektor yang di salahkan”, pungkasnya. Selain itu pihak Lembaga pun menyayangkan terkait tuntutan-tuntutan yang disampaikan pihak KBM U yang tidak didukung dengan adanya data empiris yang kuat, sehingga pihak lembaga menganggap akan sulit mewujudkan tuntutan-tuntutan tersebut jika tidak adanya data empiris sebagai pendukungnya.

Menanggapi hal tersebut, Wawan Saputra selaku Wapresma dan juga perwakilan dari KBMU turut angkat bicara terkait hal tersebut, “Terkait itu kitapun tidak menapikan bahwa dalam sistem kita adanya sedikit kecacatan, mungkin birokrasi utamanya. Namun terkait surat alhamdulillah kita sudah melayangkan surat audiensi ini seperti kebagian satpam untuk keamanan pun ke bagian kemahasiswaan, namun mungkin birokrasi yang kita ketahui dengan yang mereka ketahui ini ada kebedaan, sehingga yang saya bilang tadi adanya kecacatan”, pungkasnya. Namun Wawan pun menegaskan sebagai perwakilan dari mahasiswa UNSERA, KBM U akan menempuh jalur birokrasi yang diinginkan pihak lembaga karna bagaimanapun ini demi kebaikan UNSERA juga tambahnya.

Diakhir audiensi, pihak KBM U dan lembaga menandatangani surat perjanjian salah satu tuntutan yang isinya mengatakan bahwa pihak lembaga siap untuk memfasilitasi jika kedepannya akan diadakan audiensi kembali, yang tidak hanya berlaku bagi Ormawa saja tetapi juga audiensi yang berlaku bagi seluruh mahasiswa UNSERA yang memiliki masalah dan aspirasi-aspirasi yang ingin disampaikan kepada pihak lembaga, yang kemudian surat perjanjian tersebut ditanda tangani oleh perwakilan pihak KBM U dan perwakilan pihak lembaga. (LPMWisma/Elsi & Tuti)

Editor: Wid

Please follow and like us:
error