Talkshow Karyawan Dan Pengusaha Zaman Now Ubah Paradigma Mahasiswa

Serang, LPMWISMA.com – Acara Talkshow Karyawan dan Pengusaha Zaman Now yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kajian Mahasiswa Universitas Serang Raya (KAMUS) sukses digelar pada Sabtu (21/04) di Auditorium Lt. 6 Gedung A UNSERA. Talkshow yang bertujuan untuk mengubah paradigma masyarakat khususnya mahasiswa agar lebih kreatif dan menghabiskan waktunya dengan hal bermanfaat ini dilatarbelakangi karena banyaknya mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) dan karyawan yang murni bekerja hanya di satu perusahaan. Acara ini dihadiri oleh 60 peserta yang berasal dari UNSERA serta non-UNSERA, seperti UNTIRTA, UNIBA, dan umum.

Acara yang dipandu oleh Dwi Bayu Rendra ini menghadirkan Tarmizi selaku pengusaha muda di bidang pop art dan praktisi IT, Wahyudin Nor Achmad. Abdul Fatah, Kabiro Kemahasiswaan UNSERA secara resmi membuka talkshow ini, dilanjut dengan hiburan pijat-memijat yang dilakukan oleh para peserta dan acara inti hingga game teka-teki sulit diakhir acara.

Suasana Talkshow Karyawan dan Pengusaha Zaman Now – 21/04/2018 (Foto: LPMWisma/Elsi)

Banyaknya mahasiswa yang masih bingung mengenai dunia kerja merupakan salah satu faktor diadakannya talkshow ini. “Saya ingin dengan adanya talkshow ini bisa menginspirasi masyarakat khususnya mahasiswa UNSERA agar tidak hanya menjadi karyawan (ketika memasuki dunia kerja). Seperti Pak Wahyudin, selain karyawan beliaupun seorang dosen.” Papar ketua pelaksana, Rizka Ramadhan.

Acara ini menitik beratkan kepada cara-cara agar nyaman menjadi karyawan dan kreatif menjadi pengusaha serta dirancang untuk membekali pesertanya mengenai bagaimana mengoptimalkan pekerjaan ketika menjadi karyawan.

Tarmizi salah seorang pemateri, bercerita bahwa karirnya yang diawali dengan menjadi pelayan di rumah makan berhasil mengantarkannya ke ladang uang berkat kerja keras dan kegigihannya. Ia bercerita bahwa google dan youtubelah yang menjadi tutornya dalam membuat pop art. “Setelah saya belajar dan membuat pop art, saya bingung siapa yang mau menilai pop art saya. akhirnya saya mempostingnya di group facebook, sehingga banyak yang berkomentar dan memberi masukan.” Jelasnya ketika talkshow berlangsung. Tak hanya itu, produknya kini sudah menembus pasar dunia.

Sedangkan Wahyudin Nor Achmad diawal karirnya, Ia magang disalah satu perusahaan swasta dan tidak mengharapkan imbalan gaji, melainkan selembar sertifikat yang menyatakan ia telah berkontribusi selama masa magangnya di perusahaan. Berkat seringnya membuat website yang ramai pengunjung, kini Wahyudin menjadi praktisi IT sekaligus dosen di perguruan tinggi. “Tidak ada salahnya menjadi karyawan, dengan catatan harus menjadi karyawan yang plus, yang mampu bekerja di banyak bidang. Sehingga lebih siap dan kompeten dalam persaingan di masa depan.” Pungkasnya.

Dalam perbincangannya, Wahyudin menyatakan bahwa lulusan magister pun bukan suatu kebanggaan. Pasalnya banyak sekarang lulusan sarjana yg tidak membuka peluang, hanya menunggu datangnya peluang. Tarmizi juga berharap bahwa dengan adanya acara talkshow ini dapat membuka pikiran mahasiswa untuk jadi pengusaha terlepas dari latar belakang pendidikannya. (LPM Wisma/Nurmulia & Elsi)

Editor: Wid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *