Bus Kampus Tiba, Unsera Siap Fasilitasi Keperluan Masyarakatnya

SERANG, LPMWISMA.com – Kedatangan bus kampus yang dinantikan mahasiswa serta para civitas akademik telah tiba di pelataran kampus terpadu Universitas Serang Raya (UNSERA) pada Rabu (28/03) dan telah melaksanakan uji coba perdananya pada keesokan hari pukul 09.30 WIB waktu keberangkatan.

Adapun rute yang dilewati bus tersebut untuk melakukan uji coba dimulai dari titik kampus UNSERA, lalu dilanjutkan dengan penjemputan ketua Yayasan Pendidikan Informatika (YPI),    H. Mulya R. Rachmatoellah, Lc., M.Hum. yang berlokasi di Ciracas untuk turut serta dalam agenda uji coba. Pada mulanya, bus direncanakan hanya akan melakukan uji coba dari arah kota Serang menuju kota Cilegon, namun mengalami perubahan pada titik jalur uji coba yang kemudian melaju melalui jalur tol Ciujung dan menuju ke Karawaci Tangerang, perjalanan dihentikan pada saat jam makan siang sekaligus untuk melaksanakan ibadah sholat dzuhur tepatnya di The Breeze BSD City “Gubug Makan Mang Engking”. Setelah itu, bus berangkat untuk kembali dan tiba di kampus UNSERA pada pukul 15.45 WIB

Uji coba bus dengan kapasitas 30 kursi tersebut diikuti oleh beberapa pihak dari lembaga seperti ketua YPI  H. Mulya R. Rachmatoellah, Lc., M.Hum., Dr. H. Hamdan, MM selaku rektor UNSERA bersama wakilnya Dr. H. Suryaman M.M dan H. M. Kamil Husain, Lc., M. S.I selaku wakil rektor 2, dan beberapa civitas akademik serta ketua MPM dan Wapresma UNSERA.

Foto bersama di Gubug Makan Mang Engking (LPM Wisma/Kibo)

Menanggapi komentar dan pertanyaan yang sempat dilontarkan khalayak UNSERA mengenai keterlambatan waktu bus tiba dari pernyataan sebelumnya, ketua YPI mengatakan bahwa dalam proses pembuatan bus ini bukan lah suatu hal yang mudah, “Tidak sembarang kita mendesain bus ini, saya dan Ustadz Uus membutuhkan waktu satu bulan dalam pendesainannya dari bolak-balik hingga akhirnya disepakati. Namun demikian, proses pembuatan bus tetap berjalan. Hal lainnya juga terkait dengan persoalan kontrak jual beli perlu ada yang diselesaikan dan itu alhamdulillah sudah terlewati dan banyak yang mengapresiasi hasil desain bus,” ujarnya.

Dalam desain bus, warna “orange” merupakan bagian yang paling mencolok. Hal ini bukan tanpa alasan karena pendesain yaitu ketua YPI sendiri mengatakan bahwa ia bermaksud “melawan” logo brand Apple karena dinilai sangat membumi walau hanya bergambar apel yang sudah di gigit dan memiliki manfaat yang luar biasa, ia mengatakan bahwa orange atau dalam hal ini bisa dikatakan sebagai jeruk juga memiliki manfaat yang tidak kalah banyak dan berharap dengan demikian UNSERA akan dapat menebar manfaat kepada masyarakat dan juga bisa menjadi suri tauladan yang baik.

Ketua YPI menambahkan bahwa  UNSERA masih memiliki target untuk penambahan sejumlah tiga bus yang orientasi penggunaanya digunakan untuk antar-jemput mahasiswa di tiga zona. Zona pertama yaitu dikawasan Cilegon, zona kedua di kawasan Pandeglang, zona ketiga di kawasan Serang Timur seperti Cikande dan lain-lain dan hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang memiliki Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) UNSERA.

Disamping itu, H. Uus M. Husaini, Lc., M.Pd.I selaku pihak kemahasiswaan mengatakan bahwa untuk bus pertama ini nantinya akan digunakan untuk pemanfaatan kegiatan kampus, seperti event dan lain-lain dan juga diharapkan agar dapat digunakan seoptimal mungkin demi kemaslahatan seluruh civitas akademik kampus.

Untuk Standar Operasional Prosedur (SOP) dan waktu mulai beroperasi akan di sosialisasikan kelak kepada khalayak mahasiswa melalui seremonial, namun yang pasti bagi pihak-pihak yang akan menggunakan bus tersebut harus melakukan beberapa prosedur dan mengeluarkan biaya peminjaman yang gunanya akan dikembalikan untuk biaya perawatan bus dan supir.

Rizky Badrus Salam selaku ketua MPM turut menanggapi bahwa dengan uji coba ini pihak kabiro kemahasiswaan dan juga pihak yayasan mencoba untuk merasakan euforia transportasi baru yang sangat ditunggu mahasiswa terutama dari pihak kelembagaan kampus, “kedepannya jika ada undangan dari dalam ataupun luar kota, transportasi ini bisa digunakan sebagaimana mestinya,” pungkasnya. Ia juga berpendapat bahwa dilihat dari lamanya waktu pengerjaan, fasilitas bus dirasa sudah lebih dari cukup dan nyaman, hal ini bisa dilihat dari tersedianya TV, tempat men-charger HP atau barang elektronik sejenis, AC pada masing-masing kursi, dan juga standar emergency tools seperti hammer break glass atau palu pemecah kaca darurat.

Terakhir, Rizky Badrus mengutarakan bahwa dengan adanya transportasi bus ini terutama untuk keperluan mahasiswa supaya tidak ada sikap deskriminasi antar  kalangan mahasiswa agar semua pihak diharapkan bisa menggunakannya dan bukan hanya dari ormawa saja. (LPM Wisma/Al, Mawar, Tuti)

Editor: Wid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *